- Written by: Redaktur
Dahlan Iskan lebih baik melapor ke KPK.
JAKARTA, Jaringnews.com - Pimpinan Majelis Permusyawarata Rakyat (MPR) menilai apa yang dilakukan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Dahlan Iskan hanyalah kegaduhan politik untuk pencitraan menjelang Pemilu 2014.
Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, apa yang dilontarkan orang nomor satu di BUMN itu terkesan hingar bingar politik menjelang 2014.
Selain itu, Lukman juga meminta Dahlan serius dalam mengusut oknum DPR yang dianggap memeras BUMN secara tuntas dan jangan setengah-setengah.
"Sebaiknya pak Dahlan sudahi hingar bingar kegaduhan, kalau memang ada bukti laporkan saja ke KPK, bukan sekedar melontarkan akhirnya membuat masyarakat bingung. Pak Dahlan sebaiknya tindak lanjuti secara hukum, dan lapor ke KPK "ujarnya.
Tidak seperti ini, kata Lukman, Dahlan membawa ke ranah politik, dan berlarut-larut, dan sementara membersihkan orang-orang yang DPR yang melakukan pemerasan, dan pejabat BUMN tidak tercapai.
Politisi PPP ini juga menyesalkan apa yang dilontarkan Dahlan hanya bola panas saja, karena bukti dari lontaran tersebut tidak bisa dibuktikan pemilik Jawa Pos ini.
Lukman mengatakan, apa yang dilontarkan Dahlan akan menyulitkan BK untuk menindak tegas para anggota DPR yang terlibat pelanggaran kode etik.
Oleh karena itu, dirinya mendorong Dahlan untuk mebeberkan bukti-bukti yang dimilikinya keterlibatan para anggota DPR yang melakukan pemerasan, supaya hal ini bisa ditindaklanjuti dengan proses hukum. "Jangan sampai hanya sekedar tuduhan hingga mencemarkan nama baik seseorang, "ujarnya. (Ral / Ral)
Kamis, 8 November 2012 23:07 WIB
Ralian Jawalsen Manurung
- Written by: Redaktur
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR, Lukman Hakim Saifudin, menilai Guru Senior Gontor, (Alm) KH Imam Subakir, sebagai orang yang penuh kharisma semasa hidupnya. Almarhum dikenal sebagai tangan kanan pendiri Gontor, (alm) KH Imam Zarkasyi.
"Dulu beliaulah yang pertama kali mengelola mobil di Gontor," jelasnya, saat dihubungi, Rabu (7/11). Ketika itu Gontor hanya memili sebuah truk dan sebuah kijang kotak. Lukman yang pada 1983 menduduki kelas V Kulliyatul Mu'allimin al-Islamiyah (KMI) kerap diperintahkan almarhum untuk menyupiri kedua mobil itu.
"Saya sering mengantarkan santri-santri untuk mengikuti Perkajum," jelasnya. Wakil Ketua Umum PPP ini menyatakan keprihatinan atas meninggalnya almarhum.
KH Imam Subakir dikenal sebagai mantu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, (alm) KH Imam Zarkasyi. Masa hidupnya dibaktikan untuk mengajar di pesantren yang berdiri semenjak Indonesia belum merdeka.
Terakhir, KH Imam Subakir menjabat sebagai Pembantu Rektor I Institut Studi Islam Darussalam (ISID) dan anggota Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor.
Almarhum meninggal pada usia mendekati 80 tahun. Dia sebelumnya dirawat di RSUD Ponorogo. Terakhir dia dirawat di RSUD Madiun, tempatnya meninggal dunia.
Rabu, 07 November 2012, 20:40 WIB
Redaktur: Hafidz Muftisany
Reporter: Erdy Nasrul
- Written by: Redaktur
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan telah melaporkan dua anggota DPR pemeras BUMN ke Badan Kehormatan (BK) DPR. Kini Dahlan Iskan didorong melaporkan anggota DPR pemeras BUMN ke penegak hukum baik Polri maupun KPK.
"Ya Dahlan Iskan harus menyertakan bukti-bukti atas tuduhannya itu dan membawanya ke proses hukum. kasus ini tidak boleh hanya menjadi kegaduhan politik," dorong Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin, melalui pesan singkat detikcom, Selasa (6/11/2012).
Menurut Lukman, setiap praktik koruptif semacam ini hatus ditindaklanjuti penegak hukum. Karena ada potensi pemerasan dan gratifikasi, KPK bersama Polri bisa bersinergi mengusut masalah ini.
"Setiap praktik dan tindakan koruptif oleh penyelenggara negara harus diselesaikan secara hukum, bukan dengan deal politik. Dia harus laporkan juga ke KPK," kata Lukman.
Pandangan senada disampaikan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana. Menurut Sutan, langkah Dahlan mengungkap anggota pemeras BUMN harus didukung.
"Kita mendorong agar Pak Dahlan Iskan menyelesaikan ini kalau perlu sampai lapor ke KPK. Kita akan mendorong hal itu termasuk juga untuk membongkar hal yang sama di beberapa BUMN," kata Sutan.
Dahlan memang telah melaporkan dua anggota DPR pemeras BUMN ke BK DPR, Senin (5/11) kemarin. Dua anggota yang dilaporkan adalah anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Idris Laena, dan anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP Sumaryoto. Dahlan juga akan melaporkan kembali sejumlah anggota DPR ke BK secara tertulis Rabu depan.
(van/sip)
Selasa, 06/11/2012 05:27 WIB
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
