Lukman Hakim Saifuddin
  • Home
  • Figure
  • News
  • Opinion
  • Election
  • Teladan
  • Buku

Sidang Isbat, Menag Sebar Petugas di 30 Titik

Written by: Redaktur

JAKARTA--Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan pihaknya telah mempersiapkan sidang isbat untuk penentuan hilal menjelang bulan suci Ramadhan 1435 H. Sidang Isbat akan dilaksanakan pada Jumat, (27/6) pukul 16.30 sore.

"Sudah disebar petugas hilalnya. Karena ini kegiatan rutin setiap tahun, yang menjadi petugas itu latar belakangnya orang amanah dan memiliki kemampuan di bidangnya," kata Lukman di kompleks Istana Wapres, Jakarta, Kamis, (26/6).

Dalam sidang Isbat ini, kata Lukman, akan diundang tokoh agama, ulama, ormas Islam, dan ahli astronomi. Pengumuman penentuan hilal akan dilaksanakan pada Jumat pukul 19.00 WIB.

"Ada tiga puluh tiga titik disebar apakah hilal bisa dilihat. Pengumuman setelah Maghrib," tandas Lukman. (flo/jpnn)

Kamis, 26 Juni 2014 , 17:59:00

Sarasehan Hilal Titik Temu Awal Ramadan

Written by: Redaktur

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggelar sarasehan organisasi Islam dan para ahli astronomi untuk mencari titik temu awal Ramadan 1435 Hijriyah di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (26/6).

Menurut Menteri Agama menentukan awal bulan Qamariyah, terutama Ramadan, Syawal dan Zulhijjah, menjadi tugas dan kewajiban pemerintah yang dilakukan Kementerian Agama. "Sejak 1962, atas nama Pemerintah, Kemenag melakukan Sidang Isbat (penetapan) awal bulan. Di mana hasil hisab dan rukyat hilal, dikaji bersama. Baik oleh Kemenag, ormas Islam, perguruan tinggi, dan lain sebagainya, untuk memberi pertimbangan sebelum Menteri Agama mengambil keputusan," kata Lukman Hakim Saifuddin.

Menurutnya, pemerintah berkewajiban menetapkan satu Ramadan dan satu Syawal karena negara bertanggung jawab terhadap mayoritas umat Islam yang membutuhkan kepastian hukum dalam menjalankan ibadah puasa. "Kita harapkan sarasehan ini ada titik temu mengenai metode penentuan dan penglihatan hilal sebagai tanda awal Ramadan dan Syawal. Sehingga tidak ada lagi perbedaan," kata Lukman.

Kata Lukman, keputusan Menteri Agama harusnya bersifat resmi dan mengikat, agar umat mempunyai kepastian dan tidak tercerai berai. Meski demikian, jika ada masyarakat yang berbeda dengan keputusan Pemerintah, Lukman sangat berharap agar perbedaan itu tidak menyebabkan konflik.

Diakui Lukman, dalam penentuan awal bulan Qamariyah, baik di Indonesia maupun di beberapa negara Islam, sering kali terjadi perbedaan. Dampaknya, rentan terjadi gesekan di masyarakat. "Kita berupaya sedapat mungkin agar persamaan itu dicapai. Kalau tidak bisa juga, ya tentu masing-masing dari kita harus berjiwa besar untuk toleran," katanya.

Menurut dia, adanya perbedaan itu terjadi karena banyaknya sistem hisab yang berkembang di masyarakat dan kriteria-kriteria yang digunakan. Selain itu, kata dia, tidak bisa diingkari kaitannya dengan sisi sosial astronomis maupun sosial agama yang mengiringi penetapan tersebut. Adapun sidang Isbat penentuan awal bulan Ramadan tahun 1435H/2014M akan dilakukan pada Jumat besok 27 Juni.
( vvn / CN34 / SMNetwork )

26 Juni 2014 | 17:24 wib

Jelang Ramadhan, Menag Berharap Kampanye Tidak Saling Menjelekkan

Written by: Redaktur

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap kepada masing-masing calon presiden dan calon wakil presiden beserta tim suksesnya, agar bisa memanfaatkan momentum bulan Ramadhan 1435H dengan melaksanakan kampanye yang lebih berkualitas.

 “Harus diperhatikan bagaimana kegiatan pilpres itu bisa menjadi lebih berkualitas di tengah-tengah bulan Ramadlan, sehingga kampanye-kampanye hitam, seperti saling menjelekkan satu dengan yang lain, seharusnya tidak dilakukan,” kata Lukman di Jakarta seperti dikutip situs Sekretariat Kabinet.

Lukman mengingatkan, salah satu dari capres, apakah Joko Widodo atau Prabowo Subianto akan menjadi presiden kita. Karena itu, ia berharap agar masing-masing pihak tidak saling menjelekkan. Sebagai warga negara, tutur Menag, seharusnya terusik kalau calon-calon pemimpin kita dijelek-jelekkan, apalagi kalau tanpa dasar.

“Ada buktinya saja itu sudah ghibah (menggunjing), apalagi kalau tidak ada buktinya itu malah menjadi fitnah,” ujar politisi PPP itu.

Lukman menambahkan, masyarakat muslim Indonesia harus dapat memanfaatkan kehadiran Ramadhan sebagai momentum untuk mengembalikan diri pada nilai-nilai dasar manusia. Ia menyebutkan, nilai dasar manusia pada hakikatnya dua, yaitu sebagai hamba Tuhan dan khalifah-Nya.

Menag mengingatkan, manusia adalah hamba Tuhan yang tunduk kepada nilai dan aturan-Nya. Tidak hanya itu, manusia juga menyandang fungsi sebagai khalifah, sebagai pengatur di alam semesta. Dua hal itulah, harap Menag, yang diharapkan bisa lebih dikedepankan.

“Ramadhan harus disadari betul sebagai bulan yang penuh dengan latihan, utamanya adalah latihan pengendalian diri. Puasa, hakikatnya adalah pengendalian diri karena musuh terbesar kita sebenarnya pada diri kita sendiri,” pungkas Menag.

Jumat, 20 Juni 2014 | 09:07 WIB

Page 79 of 185

  • 74
  • 75
  • 76
  • 77
  • 78
  • 79
  • 80
  • 81
  • 82
  • 83

Toko Buku

flyer buku cet ke 15

Pesan Langsung di Sini. Tersedia di Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.