- Written by: Redaktur
Jakarta, NU Online
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU 2014 yang menyoroti isu kehidupan beragama. Hal ini akan menunjang program Kemenag yang tengah menggalakkan gerakan deradikalisasi agama.
“Kami sangat berkepentingan dengan hasil Munas ini karena di dalamnya disinggung soal pemahaman keagamaan dan bagaimana agama bersikap dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya kepada wartawan selepas acara pembukaan Munas-Konbes NU 2014 di kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (1/11).
Munas NU yang akan berakhir Ahad (2/11) ini di antaranya mendiskkusikan kode etik penyiaran agama yang meliputi pula wewenang dan batasan negara mengatur kehidupan beragama, etika dakwah, penghargaan tradisi, dan penguatan harmoni di kalangan lintas agama.
Lukman menunggu hasil pembahasan Munas NU. Menurtnya, NU mempunyai sejarah panjang tentang keterlibatannya dalam menjaga NKRI. “Saya menilai paham NU juga sangat cocok dengan jati diri bangsa ini,” katanya.
Putra tokoh NU KH Saifuddin Zuhri ini mengatakan, bulan depan Kementerian Agama mulai bergerak melaksanakan program deradikalisasi yang bekerja sama dengan Mahkamah Konstitusi. Karenanya, rekomendasi Munas NU menjadi bahan penting bagi usaha menghapus ekstremisme dalam bergama dan membangun kesadaran berkonstitusi tersebut.
Lukman menilai, forum tertinggi setelah Muktamar NU ini merupakan salah satu tradisi yang baik karena dilakukan oleh para ulama kompeten dan melalui kajian mendalam terhadap teks-teks keagamaan.
Secara terpisah, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Marwan Ja’far juga mendukung penuh terselenggaranya Munas-Konbes NU. Ia berharap, hasil Munas dapat dikoordinasikan kepada pihaknya untuk ditindak lanjuti. “Tentu saya siap melaksanakan rekomendasi Munas nanti sesuai tupoksi (tigas poko dan fungsi) saya,” tuturnya. (Mahbib Khoiron)
MUNAS-KONBES NU 2014 | Sabtu, 01/11/2014 20:30
- Written by: Redaktur
Jakarta (ANTARA News) - Indonesias Religious Affairs Minister Lukman Hakim Syaifuddin has expressed hope that in the future, an Indonesian citizen can become an imam at the Masjidil Haram or Nabawi mosque.
"I hope and will propose the appointment of an Indonesian citizen as the imam of Nabawi or Masjidil Haram mosque," he stated while accompanying President Joko Widodo at a meeting with the high priest of the Haram grand mosque Sheikh Abdul Rahman As Sudais at the State Palace compound here on Friday.
Lukman Hakim remarked that many Indonesian citizens are proficient in reading the Koran and are qualified to become prayer leaders.
"We have many imams who can recite the Koran very well," he pointed out.
Besides being imams, Lukman was optimistic that an Indonesian citizen could also become a "muadzin" (a prayer caller) at the Masjidil Haram or Nabawi mosque.
Sheikh Abdul Rahman As Sudais met Vice President Jusuf Kalla after holding a meeting with President Joko Widodo (Jokowi).
He then left for the Istiqlal Mosque, the countrys biggest mosque, to conduct a Friday prayer along with Vice President Jusuf Kalla and other Muslims.
(Reporting by Panca Hari Prabowo/Uu.H-YH/INE/KR-BSR/S012)
Jumat, 31 Oktober 2014 21:23 WIB | 373 Views
- Written by: Redaktur
Dwifantya Aquina, Rohimat Nurbaya | Jum'at, 31 Oktober 2014, 12:42 WIB
VIVAnews - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendampingi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, menyambut kunjungan Imam Besar Masjidil Haram, Sheikh Abdurrahman As-sudais. Pertemuan digelar di Istana Merdeka, Jumat 31 Oktober 2014.
Lukman menuturkan, dalam pertemuan itu akan mengusulkan kepada Imam Besar Sheikh Abdurrahman supaya menempatkan orang Indonesia di menjadi imam di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Karena menurutnya, banyak qori asal Indonesia yang sudah memiliki kualifikasi menjadi imam di Tanah Suci.
"Mudah-mudahan beliau bisa menyetujui," ujarnya Lukman
Selain itu, Lukman juga ingin mengusulkan agar Indonesia juga bisa mengirim warganya untuk menjadi muadzin di Masjidil Haram. Karena menurut dia, sebenarnya banyak Warga Negara Indonesia yang berkompeten.
Dianggendakan, Imam Besar Masjidil Haram Sheikh Abdurrahman As-sudais akan menggelar salat Jumat bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta. (adi)
© VIVA.co.id
