- Written by: Redaktur
Nilai globalisasi oleh Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin diakui mempunyai nilai yang positif namun ada pula nilai yang negatif. “Nilai-nilai yang negatif itu tak sejalan dengan jati diri bangsa bahkan ada yang bertentangan dengan nilai-nilai 4 Pilar,” ujarnya saat memberi sambutan dalam final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Tingkat Provinsi Jawa Tengah, 20 Juni, di Gedung Sasana Widyapraja, Gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Tengah, Semarang.
Ditegaskan, nilai-nilai 4 Pilar harus tetap dijaga meski Kita sudah memiliki wawasan yang mendunia. “Meski Kita sudah memiliki wawasan global namun kaki Kita harus tetap bertumpu di Indonesia,” katanya.
Dijelaskan, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Jumlah penduduknya menduduki rangking ke-4 setelah China, India, dan Amerika Serikat. Kebesaran Indonesia diakui mempunyai konsekwensi perbedaan sehingga para pendiri bangsa merumuskan sebuah konsep persatuan dan kesatuan di atas perbedaan yang ada. Perbedaan yang ada itulah membuat bangsa Indonesia tidak ingin seperti Uni Soviet atau Jugoslavia. “Kita wajib bersyukur karena pendiri bangsa berhasil merumuskan konsensus persatuan,” ujarnya.
Dengan Sosialisasi 4 Pilar metode lomba cerdas cermat, MPR ingin menanamkan kepada generasi muda agar jati diri bangsa tetap terjaga. Untuk itu Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah mampu membimbing generasi muda dalam memahami 4 Pilar.
Jumat, 21/06/2013 07:00
MPR RI
- Written by: Redaktur
Tiga Wakil Ketua MPR (dari kiri) Hajriyanto Y. Tohari, Melani Leimena Suharli, dan Lukman Hakim Saifuddin berbincang sebelum memulai rapat konsultasi Pimpinan MPR dengan pimpinan fraksi dan kelompok anggota DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6). Rapat tersebut membahas pengganti almarhum Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/mes/13.
18/6/2013 18:40
