- Written by: Redaktur
Jakarta - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin mengatakan dalam pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan Perdana Menteri (PM) Tony Blair dibahas utamanya mengenai sosialisasi Islam ke Barat. Menag mengatakan kedua pihak sepakat bahwa kerjasama pertukaran Islam dengan Barat akan dilanjutkan setelah delapan tahun ini berjalan
“Tidak hanya guru-guru tapi juga pelajar Islam ke Inggris, Inggris ke Indonesia. Jadi ini dalam rangka menjembatani dan menyosialisasikan islam di Indonesia di kalangan Barat,” demikian kata Lukman di kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/9).
Dalam pertemuan tersebut, Blair kata dia mengapresiasi upaya Indonesia menjaga toleransi. Apalagi hal itu dianggap makin penting mengingat menyeruaknya sejumlah kasus radikalisme agama di berbagai negara.
“Ini sebagai sebuah model yang sangat baik yang bisa dipakai bangsa di dunia bahwa Islam di Republik Indonesia adalah Islam yg penuh toleransi, Islam yang menebarkan kemaslahatan bagi sesama dan penuh damai,” lanjutnya.
Oleh karena itu kata dia dalam waktu dekat akan ada delapan pelajar Indonesia dan sejumlah pengajar dari pesantren ke Inggris dan demikian sebaliknya.
Selain itu SBY dan Blair juga menyinggung paham Islamic States of Iraq and Syria (ISIS). SBY menyampaikan bahwa Indonesia sedang melakukan langkah mengatasinya dengan penguatan tokoh-tokoh muslim dan organisasi Islam yang moderat. Langkah lainnya menitikberatkan pendidikan agama yang bisa mengindarkan umat Islam dari pengaruh ajaran garis keras.
Blair sendiri hanya didampingi seorang asistennya. Presiden SBY didampingi Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Agama Lukman Hakim, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah dan Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha. Dalam pertemuan itu SBY dan Blair sempat pula melakukan pembicaraan empat mata.
Penulis: Ezra Sihite/YUD | beritasatu.com | Kamis, 11 September 2014 | 20:59
- Written by: Redaktur

Menag Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan sambutan pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) se Indonesia Tahun 2014 yang digelar di Ruang Rapat Utama Kemenkokesra, di Jakarta; Selasa, (9/9/2014).
- Written by: Redaktur
Jakarta (Pinmas) —- Menag Lukman Hakim Saifuddin tampak ikut hadir dalam selamatan “Selamatan dan Gelar Budaya 70 Tahun KH A Mustofa Bisri”. Kegiatan yang digelar di Balairung Universitas PGRI Semarang, Sabtu (06/09) malam, bertajuk “Kemanusiaan, Kebangsaan, Pluralisme”.
Dalam sambutannya, Menag mengaku ingin memberikan kado khusus kepada Gus Mus, sapaan akrab KH. Muftofa Bisri, namun bingung bentuk dan jenis kado apa yang akan diberikan.
“Saya berfikir keras akan memberikan kado apa. Bahkan, saya pusing memberikan kado apa,” kata Menag disambut tawa hadirin.
“Mustofa Bisri merupakan sosok seorang kiai yang selain bahasa arabnya sangat fasih dan bagus, tapi juga seniman yang tertib, bisa menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan baik, dan merupakan seorang penulis kaligrafi yang sangat indah,” tambahnya.
Menag yang mengaku sangat berbahagia karena bisa hadir dalam selamatan ini, berharap Gus Mus senantiasa diberi kesehatan dan terus memberikan pencerahan. “Teruslah sehat Gus Mus, agar terus mencerahkan kita”. Ucap Menag.
Mengakhiri sambutannya, Menag membacakan sebuah puisi buat Gus Mus dengan judul: “Rois ‘Am ku, Antara Kebenaran dan Waktu”.
Rois Amku adalah Ulama; Yang bertekad begitu kuat; Amat bersemangat dalam bergiat dan bermunajat; Agar seluruh kebenaran ada dipihak kita,
Seluruh waktu; Setidaknya ia berupaya begitu rupa; Agar mengada dan menjelma; Seluruh kebenaran ada dipihak kita,
Seluruh waktu; Setidaknya ia berupaya begitu rupa; Agar mengada dan menjelma; Seluruh kebenaran ada di pihak kita,
Setengah waktu; Rois Amku tidak henti menasehati agar menghindari; Setengah kebenaran ada di pihak kita; Setengah waktu,
Rois Amku adalah Gus Mus; Dialah Gus Mus; Gus Mus Kita semua.
Diakhir acara, Gus Mus yang diminta memberikan kesan pesan terhadap acara tersebut mengatakan seumur hidupnya tidak pernah memperingati ulang tahun kelahirannya. “Seumur-umur saya tidak pernah diulangtahuni, namun sekarang diumur 70 tahun justru diulangtahuni. Ini acara terlalu mewah,” kata Gus Mus.
Selamatan 70 tahun Gus Mus diawali dengan pameran lukisan sang kiai, yang berlanjut dengan pembacaan puisi dan penampilan kesenian. Yang tidak kalah seru juga adalah penampilan beberapa seniman dan budayawan nasional, seperti Sujiwo Tedjo dan Reny Jayusman. (Arief/mkd/mkd)
Minggu, 7 September 2014 –
