- Written by: Redaktur
Makkah (Pinmas) —- Di tengah kesibukannya sebagai Amirul Haj, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menyengajakan diri untuk bersilaturrahim dengan Menteri Haji Arab Saudi, Bandar bin Muhammad Hajjar, Rabu (08/10).
Selain menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas segala perhatian, bantuan, dan upaya Pemerintah Saudi Arabia untuk terus meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji dari berbagai Negara, Menag juga menyampaikan beberapa usulan kepada Menag Haji Arab Saudi.
Usulan yang disampaikan Menag antara lain terkait penambahan kuota untuk jamaah haji Indonesia mengingat masa tunggu yang sudah mencapai 20 tahun. Jika memungkinkan, Menag berharap penambahan kuota haji Indonesia itu bisa dilakukan dengan mengalihkan kuota yang tidak terpakai dari negara negara lain. Meski belum memperoleh jawaban pasti akan tetapi Menteri Haji sangat memperhatikan aspirasi yang disampaikan.
Selain itu, Menag juga mengusulkan kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk dapat menambah fasilitas toilet, hambal dan AC, baik di Arafah maupun Mina. Termasuk usulan penempatan jamaah haji Indonesia di wilayah yang dekat dengan Jamarat (tempat melempar jumrah). Hal itu dengan pertimbangan fisik jamaah Indonesia lebih lemah dibanding dengan jamaah haji Negara-negara lain.
Jika hal itu tidak dapat dilakukan, atas nama kesetaraan bagi seluruh bangsa, Menag mengusulkan bahwa semestinya penempatan perkemahan jamaah haji dilakukan dengan sistem qur’ah (diundi). Terkait dengan usulan ini, Menteri Haji Saudi meminta agar masyarakat Indonesia dapat memahami kondisi faktual di Mina yang dibatasi oleh ketentuan Rasulullah yang tidak dapat diperluas. Pemerintah Arab Saudi berinisiatif membangun gedung-gedung bertingkat di atas bukit-bukit Mina, akan tetapi hal ini tidak mudah diterima dari sisi syariah. Para jamaah haji juga umumnya tidak dapat menerima penempatan mereka di tempat ini.
Menteri Haji Arab Saudi berharap Kementerian Agama Republik Indonesia dapat mensosialisasikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi pemerintah Arab Saudi yang tidak mudah. Semua proyek perluasan dan fasilitas yang diberikan demi memberi kenyamanan dan memprioritaskan keselamatan kepada seluruh jamaah haji. (mch2014)
Kamis, 9 Oktober 2014, 15:01 – Haji
- Written by: Redaktur
Publicapos.com – Jika ada penambahan kuaota jamaah haji Indonesia, diharapkan akan memperpendek daftar tunggu jamaah haji yang kini mencapai 20 tahun. Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat bertemu Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi Bandar bin Muhammad Hajjar di kantor kementerian haji wilayah Mina Jeddah, Rabu (8/10).
"Dalam rangka peningkatan layanan kepada jemaah haji khususnya dari negara besar seperti Indonesia Menteri Agama menyampaikan beberapa usulan antara lain penambahan kuota untuk jemaah haji Indonesia," kata Dirjen Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh, Abdul Djamil.
Solusinya, menurut Menag, yakni dengan memanfaatkan kuota negara lain yang tidak terpakai. Selain itu, disampaikan juga mengenai fasilitas di Arafah dan Mina, yakni penambahan fasilitas toilet, ambal (alas tidur) dan pendingin ruangan. Termasuk juga diusulkan agar jamaah Indonesia bisa ditempatkan dekat dengan Jamarat (tempat melempar jumrah) saat di Mina.
Sementara itu, Menteri Haji Bandar mengatakan, semua proyek perluasan dan fasilitas yang diberikan demi memberi kenyamanan dan keselamatan kepada seluruh jamaah haji. Ia juga meminta agar Indonesia dapat mensosialisasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi pemerintah Arab Saudi selama ini.(mukhitkd)
Penulis: Publicapos | Kamis, 09 Oktober 2014 06:13
