JAKARTA - Wakil Ketua MPR-RI, M Lukman Hakim Saifuddin, menegaskan bahwa slogan 'Suara Rakyat Suara Tuhan' ternyata tidak relevan lagi dalam Pemilu 2014 ini. Karena, suara rakyat sudah berubah dengan maraknya politik uang (money politic).
Apalagi, money politic dan manipulasi suara berlangsung luar biasa, masif, brutal, dan menjijikkan. Padahal, politik uang pada Pileg 2009 tidak setelanjang dan sedahsyat seperti di Pileg 2014.
"Atas semua proses Pemilu yang memprihatinkan ini, kita tetap harus kembali pada konstitusi. Yaitu, peserta Pemilunya partai politik, berbasis partai politik, dan dengan mengambil potensi kecurangan dan politik uang yang lebih ringan," kata Lukman.
Menurutnya, Pileg 2014 lebih buruk dari sistem proporsional tertutup. Sebab, banyak kader partai, bahkan yang berasal dari tokoh agama pun kalah karena berhadapan dengan caleg berbasis uang banyak.
"Karena itu, mesti kembali dengan sistem proporsional tertutup, namun partai harus menggelar Pemilu internal terlebih dulu sebelum menetapkan Calegnya," tambah Wakil Ketua Umum DPP PPP itu.
Dikatakannya, tak semua rakyat memahami tujuan Pemilu saat ini, sehingga tidak bisa pula dibebani wewenang yang sama dengan anggota masyarakat yang memiliki kualifikasi tertentu untuk memilih langsung wakilnya.
"Tapi persoalannya, semua rakyat memiliki hak sama. Untuk itu, maka sistem Pemilu harus benar-benar diperbaiki dengan mempertimbangkan berbagai dampaknya. Apalagi, Pemilu 2019 berlangsung serentak, dan ini menjadi tugas pimpinan DPR-RI dan Kemendagri ke depan. Sehingga pada tahun ketiga (2017) sudah siap disosialisasikan terlebih dulu," pungkas Lukman. (wwa)
Politik Riau.com, Selasa, 06/05/2014 - 14:36:38 WIB
Ternyata "Suara Rakyat Suara Tuhan" Tidak Relevan Lagi di Pemilu 2014
- Written by: Redaktur
