Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mengakui masih banyak kalangan menyalahartikan Pancasila sebagai bagian dari empat pilar berbangsa, karena Pancasila dipahami sebagai dasar negara, bukan pilar.
"Saya perlu klarifikasi kesalahpahaman ini karena masih banyak kalangan yang salah mengerti, padahal pilar juga berarti dasar yang menjadi penyangga kehidupan berbangsa," katanya saat menyampaikan materi sosialisasi empat pilar berbangsa di depan 200 personel Pusat Pembinaan Mental Angkatan Darat (Pusbintalad) TNI, Selasa.
Selain diikuti Direktorat Zeni dan Direktorat Topografi, program sosialisasi empat pilar tersebut juga diikuti oleh Direktorat Hukum, Direktorat Perhubungan serta sejumlah direktorat lainnya yang berada di bawah TNI Angkatan Darat.
Program sosialisasi yang diselenggarakan di Gedung MPR itu turut dihadiri Sekretaris Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat, Kolonel Infanteri Bambang Sudiono dan narasumber lainnya.
Menurut Lukman, penggunaan istilah empat pilar berbangsa untuk Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika bertujuan mempermudah pemahaman masyarakat terhadap pilar-pilar penyangga kehidupan berbangsa.
Dengan demikian, katanya, tidak berarti Pancasila yang selama ini menjadi dasar negara berubah menjadi pilar negara karena pilar juga bisa diartikan dasar.
Menurut Lukman, pemahaman empat pilar berbangsa juga bukan berarti tidak ada pilar-pilar lainnya yang ikut menyangga kehidupan berbangsa.
Lukman mengakui masih ada pilar-pilar lain yang ikut menyangga kehidupan berbangsa seperti Bahasa Indonesia, Bendera Merah Putih, Lagu Indonesia Raya, dan sebagainya.
Dalam sambutannya, Lukman menegaskan pentingnya pemahaman empat pilar berbangsa bagi aparat TNI di tengah cepatnya perubahan nilai-nilai kehidupan saat ini.
"Perubahan nilai-nilai itu tidak lepas dari cepatnya perkembangan teknologi informasi yang membuat negara seolah-olah tanpa batas," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat (Sesdisbintalad) Bambang Sudiono mengatakan bagi TNI, NKRI merupakan harga mati.
Bambang menegaskan bahwa TNI AD akan terus mengawal NKRI sebagai bagian dari empat pilar berbangsa.
Bambang juga menyampaikan dukungan penuh TNI atas upaya sosialisasi empat pilar yang dilakukan MPR guna menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para pejuang bangsa tersebut.(tp)
Antara – 22 jam yang lalu
