Menteri Agama Resmikan Masjid Al Ikhlas Sawangan Depok

Sawangan (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan pembangunan Masjid Al Ikhlas, Sawangan, Depok. Peresmian ditandai dengan pembacaan basmalah serta penandatanganan prasasti. Sebelumnya dilakukan zikir bersama oleh tujuh ratusan jemaah yang memadati bagian dalam dan halaman masjid.

Peresmian ini juga sekaligus menandai dimulainya pembangunan lantai dua Masjid Al Ikhlas.

Tampak hadir Dirjen Bimas

Islam Muhammadiyah Amin beserta jajarannya, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Mastuki, Kepala Biro Umum Syafrizal, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

"Masjid ini warisan pendahulu. Mari kita jaga, pelihara, dan memakmurkannya," ujar Menag di Pengasinan, Sawangan, Sabtu (16/02).

"Saya bersyukur melihat warga sini bahkan bisa mengembangkan masjid ini karena akan dibangun lantai dua," lanjutnya.

Menurut Menag, masjid adalah tempat sujud yang merefleksikan kerendahhatian manusia. Masjid adalah tempat salat, dan itu agar tidak hanya dimaknai semata aktivitas atau gerakan yang diajarkan dalam fiqih.

"Salat juga harus dipahami maknanya. Alquran menjelaskan bahwa salat mencegah dari perbuatan fakhsya (keji) dan munkar. Perbuatan yang merusak, baik diri maupun orang lain," pesannya.

"Masjid tidak hanya dijadikan tempat salat saja, tapi juga untuk pengajian dan pendidikan, termasuk pengembangan ekonomi masyarakat," sambungnya.

Mewakili Dewan Kemakmuran Masjid Al Ikhlas, Lukman Asnap yang duduk sebagai penasihat melaporkan bahwa pembangunan Masjid Al Ikhlas Pengasinan, Sawangan, Depok dilakukan pada Februari 2004. Masjid tersebut didesain lantai dua, namun baru selesai satu lantai dan pertama kali digunakan untuk Salat Jumat pada 2008.

"Masjid ini berdiri di atas tanah seluas 700 meter. Adapun luas bangunannya adalah 200 meter," tuturnya.

"Pembangunan tahap pertama, menghabiskan dana sebesar Rp700juta," tandasnya.

Proses pembangunan tahap lanjutan akan dimulai, yaitu pembangunan lantai dua.

Top