MPR RI. Ketua MPR RI Taufiq Kiemas yang didampingi Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin menerima kunjungan rombongan Dewan Gender Summit 2012, di Ruang Rapat Pimpinan MPR, Gedung Nusantara III, Kompleks MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (26/4).

Dalam kesempatan itu, Ketua Presidium Nasional Mitra Gender Sri Redjeki Sumaryoto mengatakan bahwa pertemuan dengan Ketua MPR RI terkait dengan akan diselenggarakannya rangkaian acara Gender Summit 2012, yang akan diselenggarakan pada tanggal 26-30 Juni 2012.

"Kami melihat MPR RI mempunyai program yang merakyat yakni Sosialisasi 4 Pilar, tentang usaha pemahaman kembali nilai-nilai luhur bangsa.  Kami rasa perjuangan MPR RI sama dengan perjuangan dan kegiatan kami soal persamaan hak, perlakuan kesetaraan antar gender.  Kami berharap terjalin kerjasama soal kesetaraan gender dengan MPR," ujar Sri.

Terkait dengan pelaksanaan Gender Summit 2012, Mitragender berharap agar Ketua MPR RI bisa menjadi pembina Mitragender dan Gender Summit.  Dan juga berharap Ketua MPR RI bersedia menjadi narsumber utama pada acara utama yakni, Konvensi Gender untuk memaparkan dan menjelaskan soal 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika).

Mitragender atau Masyarakat Peduli Kesetaraan dan Keadilan Gender sendiri, lanjut Sri Redjeki, adalah perkumpulan masyarakat yang didirikan delapan tahun lalu yang berjuang untuk meletakkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam konstribusinya kepada bangsa dan negara.

Ketua MPR RI Taufiq Kiemas menyatakan kesediaannya menjadi pembina dalam Gender Summit tersebut dan berusaha untuk hadir sebagai narasumber.

Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa MPR RI sangat mengapresiasi aktifitas Mitragender dan penyelenggaraan Gender Summit 2012.

"Memang wacana gender masih menjadi persoalan di beberapa tempat. Seperti kata-kata 'kesetaraan' saja sudah menjadi persoalan di beberapa tempat dan kalangan.  Kata-kata kesetaraan masih terdapat resistensi.  Ini bisa dimaklumi karena, gender ini terkait dengan cara pandang, paradigma tentang peran laki-laki dan perempuan, memang perlu banyak didiskusikan atau diperbincangkan, untuk kebaikan semua," pungkasnya.

MPR RI, Kamis, 26/04/2012 14:41