RAKYAT.CO, Jakarta-Politikus diminta konsisten satu jabatan. Sikap seperti itu sudah sangat langka ditemui di Indonesia.

Menurut pengamat politik Charta Politika Yunarto Wijaya, sikap yang diambil Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mundur dari daftar anggota DPR terpilih Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan tetap memilih menjabat sebagai Menteri hingga selesai patut diapresiasi.

"Di saat para menteri di kabinet SBY memilih mundur guna bisa dilantik sebagai anggota DPR, Lukman justru sebaliknya, "kata Yunarto di Jakarta, Jumat (5/9/2014).

Apa yang dilakukan Pak Lukman sangat berbeda dengan koleganya di kabinet. Ia justeru rela melepaskan kepastian jabatan selama lima tahun di parlemen.  

Maka ia pun yakin publik juga akan mengapresiasi sikap Lukman tersebut. Sebab, publik tidak menilainya hanya mengejar jabatan. "Kan tidak bagus habis dari legislatif pindah ke eksekutif setelah itu pindah lagi ke legislatif. Ini kultur yang tidak bagus," katanya.

Secara politis, menurut Yunarto, sikap Lukman tersebut bisa membuka jalan komunikasi antara PPP dengan pihak Jokowi-JK agar bisa ikut bergabung di kabinet. Tapi sejauh ini kinerja Lukman Hakim cukup bagus.

"Kinerja cukup bagus dibanding Suryadharma Ali. Kinerja Lukman selama ini sudah mengangkat citra PPP, ditambah lagi dengan kerelaan dia memilih mengundurkan diri dari caleg terpilih, maka akan berdampak positif ke PPP," tuturnya.

Di tempat terpisah, Pengamat politik LIPI Arief Aulia Rachman berpendapat, sikap Lukman tersebut seolah-olah menjadi indikasi bakal bergabungnya PPP ke Jokowi-JK. Namun demikian, hingga saat ini belum ada kejelasan kalau kedua pihak bakal bergabung.

"Di dunia politik memang tidak semuanya tersurat, banyak yang hanya tersirat," katanya.

Lukman Hakim, kata Arief, telah berani mengambil risiko untuk tidak dilantik, meskipun konstituennya di daerah pemilihan menginginkan Lukman untuk berkarya di parlemen. "Tapi Lukman sepertinya ingin menunjukkan profesionalisme kerja dibanding pertimbangan politik," ujarnya.[Yus]

Sabtu, 06 September 2014 - 08:49:29 WIB