PURWOREJO (KRjogja.com) – Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan RI (NKRI) dan Bhineka Tunggal Eka atau yang lebih dikenal dengan empat pilar oleh MPR RI di Kabupaten Purworejo, mulai merambah pondok pesantren (PP). Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin, Rabu (27/3) menggelar sosialisasi itu di PP Al Anwar Maron Kecamatan Loano Purworejo.
Peserta yang berjumlah sekitar 200 orang dari pesantren dan warga masyarakat sekitar itu, ternyata justru lebih kritis jika dibanding dengan massa di luar pesantren. Mereka lebih menyorot pada otonomi daerah (Otda) yang dinilai justru memiliki potensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Bahkan dikawatirkan dapat menjurus pada negara federal.
Menanggapi hal itu Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, bahwa otda hanya sebatas pada pengelolaan asset daerah oleh pemangku kepentingan untuk kepentingan di daerah, namun tetap memperhatikan persatuan dan kesatuan. “Kita tetap negara kesatuan, bukan negara federal,” katanya.
Dijelaskan, bahwa otda memberi kesempatan kepada daerah untuk mengelola aset daerah. “Tidak seperti pada rezim terdahulu yang semua keputusan ada di Jakarta. Dengan otda, daerah bisa mengelola asset dan kekayaan daerah untuk kepentingan daerah,” jelasnya. (Nar)
Agus Sigit | Rabu, 27 Maret 2013 | 22:42 WIB
