JAKARTA, PESATNEWS- Kasus penyerangan lapas II B Sleman, DIY, memang memukul telak institusi lembaga pemerintah. Bahkan berita penembakan yang menghilangkan nyawa 4 napi itu, telah menyebar sampai mancanegara. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran Lukman Hakim. Dimana sebuah lembaga resmi negara bisa dibobol oleh oknum yang tidak dikenal dalam waktu sekejap.

"Itu berkaitan dengan komentar Pangdam 4 Dipenogoro, yang mengatakan tidak ada anggota Kopasus yang terlibat. Nah inikan lebih menghawatirkan. Orang bisa sampai melakukan aksi seperti itu," ujar, Wakil MPR ini.

Ditegaskan Lukman, negara akan sangat khawatir jika TNI dan Polri tidak bisa mengungkap kasus tersebut. Karena jika benar penembakan LP dilakukan oleh oknum di luar institusi TNI-Polri, makan negara dalam kekhawatiran besar.

"Saya justru takut kalau ada orang lain bisa melakukan aksi seperti itu. Apa lagi sampai tidak terungkap itu luar biasa lagi," ujarnya.

Lukman berharap, penyidikan tidak hanya bisa dilakukan oleh TNI maupun polri saja, tetapi pemerintah juga menyediakan penyidik dari luar institusi keduanya. Karena menurut Lukman, dikhawatirkan jika penyidikan dilakukan oleh TNI dan Polri, masyarakat makin tidak mengetahuinya.

"Upaya untuk membuka kasus ini harus ada semacam TPF (Tim Pencari Fakta). Untuk pembentukannya sendiri bisa dari kalangan akademisi, ahli, pers atau sebuah lembaga yang punyai institusi yang mampu yang bisa melakukan investigasi," ungkap Lukman.[ ]

Editor : Ervan Bayu Setianto

Senin, 25-03-2013 14:53
M. Jasri