JAKARTA (Berita Dewan) Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mendesak aparat keamanan khususnya TNI dan Polri secepatnya memberikan penjelasan secara terbuka atas isu adanya kudeta kepada Pemerintahan SBY agar tidak meresahkan masyarakat.

Kepada pers Lukman Hakim mengatakan bahwa isu akan adanya kudeta yang muncul belakangan ini harus secepatnya direspons TNI dan Polri secara gamblang kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan keresahan baru di masyarakat.

“Kudeta terhadap pemerintahan yang sah itu hanya bisa dilakukan oleh gerakan kekuatan rakyat yang massif (people power) atau gerakan kekuatan bersenjata. Sementara saya tak melihat adanya kekuatan rakyat yang begitu besar dan menyeluruh yang akan menggulingkan pemerintahan ini,” kata Lukman yang juga politisi PPP itu.

Kalaupun ada satu-dua kalangan di masyarakat yang merasa tidak puas dan berdemonstrasi mengkritik keras, hal itu seharusnya dianggap biasa di era demokrasi saat ini. Sementara untuk ancaman terjadinya kudeta, maka tanpa dukungan mayoritas rakyat, aksi-aksi seperti itu takkan akibatkan kudeta.

“Tinggal kini, apakah TNI dan Polri sebagai kekuatan bersenjata akan lakukan kudeta ?. Tapi saya haqqul-yakin 1000 persen bahwa hal itu amat tak mungkin,” kata Lukman.

Meskipun demikian masyarakat luas perlu diyakinkan. Kalau masyarakat umumnya tak merasa adanya gerakan people-power, maka berkembangnya isu-isu terkait kudeta akan kian menimbulkan dugaan spekulatif bahwa hal itu datangnya dari kekuatan bersenjata. Dugaan-dugaan tak berdasar di tengah masyarakat menyangkut isu kudeta harus cepat disikapi oleh kedua alat negara bersenjata itu. (And)

Published on Mar 21 2013