Pancasila yang merupakan salah satu pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara haruslah disesuaikan dengan keadaan sekarang ini. Hal tersebut disampaikan Lukman dihadapan 100 orang peserta dalam membuka Training of Trainers(TOT) tentang 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara , Jumat  27/4 di Hotel JW. Marriott Medan Sumatera Utara yang merupakan kerjasama antara Majelis Permusyawaratan Rakyat dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.

Lukman mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk bagaimana kita bisa menyegarkan kembali ingatan kita dari nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Dimana di era reformasi, globalisasi  tentunya terdapat dampak  negatif yang akan menyebabkan terjadinya pergeseran nilai-nilai yang kita anut, seperti nilai sosial, keluarga dan kemasyarakatan. Oleh karena itu jika kita tidak berpegang teguh pada nilai-nilai dasar sesungguhnya tersebut kita khawatir  akan  tercabut dari jati diri kita sebagai bangsa indonesia, ujarnya. Menurut Lukman cara penafsiran Pancasila untuk sekarang ini haruslah sudah berubah, tidak seperti dulu.  “Penafsirannya harus mengalami perubahan tetapi tanpa mengubah makna dari nilai dalam Pancasila tersebut”, tambahnya. Penafsiran Pancasila janganlah dari sepihak, yang hanya satu arah, satu tafsir saja dari penguasa, sebab sekarang ini merupakan era transparansi, globalisasi dan demokratisasi. Jadi metode penafsiran nilai-nilai pancasila harus mengalami perubahan tanpa mengubah nilai –nilai itu sendiri, pungkasnya.

Lebih lanjut lagi menurut Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan ini mengungkapkan mengenai tujuan kegiatan ini yaitu agar masyarakat bangsa Indonesia ini memiliki kesadaran berkonstitusi yang baik. Dimana konstitusi kita telah mengalami perubahan sehingga masyarakat harus mengetahui dan memahami akan perubahan tersebut, ujarnya.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut staff ahli gubernur Provinsi Sumut, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Sumut serta anggota MPR RI antara lain Wahidin Ismail, Josef Nae Soi, Adiyaman Amir Saputra, Yasonna Laoly, Soenmandjaja, Marhani Pua, Martin Hutabarat, Hardisoesilo, Zainut Tauhid, Anton Sukartono dan Daryatmo Mardiyanto.

MPR RI, Sabtu, 28/04/2012 16:28