| |
Monday, 27 February 2012 15:28

MEDAN (Berita): Wakil Ketua MPR RI A Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan, empat  pilar bernegara, yaitu Pancasila, UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)  dan Bhineka Tunggal Ika merupakan jawaban persoalan bangsa ini.

Saat ini bangsa kita dilanda persoalan yang belum mendapatkan jalan keluarnya,  seperti persoalan moralitas, nasionalisme, kenakalan remaja dan lain sebagainya. Maka dari  itu penanaman nilai-nilai empat pilar kebangsaan itu menjadi jalan keluarnya.

Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan itu ketika membuka seminar nasional Peningkatan  Pemahaman Empat Pilar Kehidupan Bernegara di Hotel Aryaduta Medan, Sabtu (25/2).

Pada seminar yang merupakan kerjasama MPR-RI dengan Universitas Negeri Medan itu,  menampilkan pembicara anggota DPR RI Ruhut Poltak Sitompul SH, antropolog Unimed Prof Usman  Pelly, Kepala Laboratorium Pancasila Unimed Dr Deny Setiawan M.Si dan Kepala Pusham Unimed  Majda El Muhtaj, Dr Phil Ichwan Azhari MSi.
Dulu penanaman nilai Pancasila dilaksanakan oleh BP7, namun selanjutnya ditiadakan.

Oleh karena itu pimpinan MPR mencanangkan perlunya menghidupkan kembali penanaman nila-nilai  empat pilar kebangsaan itu, katanya. Menurut Saifuddin, Indonesia merupakan negara dengan potensi pluralitas yang sangat  tinggi dan bisa berpotensi terjadinya hal bersifat destruktif dan merusak persatuan  nasional. “Hal itu bisa saja terjadi jika potensi tersebut tidak dikellola dengan baik dan  tepat,” ungkap Saifuddin.

Bentangan geografis Indonesia yang sangat panjang memiliki tiga perbedaan waktu,  keragaman suku dan agama, jelas Saifuddin, selain menjadi potensi sangat luar biasa demi  kemajuan bangsa ini. Tapi juga harus dilihat menjadi potensi negatif secara geografis dan  ekonomis, karena bisa kapan saja diintervensi kekuatan asing.
Oleh karena itu, kata dia, pimpinan MPR-RI mencanangkan menanamkan empat pilar  kebangsaan itu, agar negeri ini tidak seperti beberapa negara yang terpecah belah setelah  sekian lama bersatu.

Mari kita membayangkan Indonesia akan tetap bertahan sampai ratusan kemudian dan  menjadi lebih maju. Maka proses ini semua karena pengikat persatuan itu terangkum dalam  empat pilar kebangsaan.

“sama halnya dengan Tembok China yang baru selesai 310 tahun  kemudian dan terjadi pergantian Kaisar, tapi prosesnya tetap berjalan dan menjadi bangunan  monumental dunia,” kata Lukman Hakim Saifuddin.

Rektor Unimed Prof Dr H Ibnu Hajar Damanik menyampaikan, sejak beberapa tahun Unimed  merupakan Karakter Building University dan penanaman nilai pendidikan karakter itu  diitengrasikan dalam metoda pendidikan di kampus.

Program dimaksud, kata Rektor sejalan dengan rencana strategis Departemen Pendidikan  dan Kebudayaan RI untuk menciptakan golden generation atau generasi terbaik bangsa ini untuk  menghadapi tingkat persaingan global yang semakin pesat dan terbuka.

Penanaman pendidikan karakter itu, kata Ibnu hajar, sejalan dengan penanaman nilai  empat pilar kebangsaan karena pemuda berkarakter berarti memiliki integritas, kualitas dan  kecintaan tinggi kepada bangsanya agar lebih baik serta maju dari sebelumnya.

Sementara Deny Setiawan menilai perlunya dibentuk forum nasional kebangsaan untuk  mengkaji dan membangun empat pilar kebangsaan yang melibatkan komponen nasional.
Majda El Muhtaj mengatakan, empat pilar kehidupan berbangsa adalah identitas  nasional dan telah teruji idealitas serta normativitasnya dalam menguatkan soliditas  kebangsaan kita. “Empat pilar ini merupakan modalitas ketahanan nasional, karena itu  edukasi, diseminasi, sosialisasi dan kampanye nasional harus terus digalakkan,” kata Majda.

Seminar ditutup Purek I Unimed Prof Khairil Ansari yang menyatakan Unimed sebagai  lembaga pendidikan siap bergandengan dengan MPR RI menjaga dan mengawal empat pilar  kehidupan bernegara sebagai upaya memperkokoh ketahanan nasional.

Ansari mengungkapkan, Maret mendatang Unimed akan digandeng Komisi Pemberantasan  Korupsi (KPK) untuk menciptakan komunitas yang menentang tindakan korupsi. “Kepercayaan itu membuat Unimed berupaya untuk mewujudkan harapan tersebut,”  ujarnya.(aje)

Berita Sore Online, 27 Februari, 2012

Comments  

 
0 #1 Micki 2014-03-23 19:42
Apa yanǥ kaqmi baca dari berita ini amat beгguna untuk kami.
Puji Ѕyuƙur, mսdah-mսdahan pada artikеl selanjutnya pasti lebih atraktif lagi.
Sukses untuk Anda!
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini555
mod_vvisit_counterKemarin579
mod_vvisit_counterMinggu Ini7220
mod_vvisit_counterBulan Ini38649
mod_vvisit_counterTotal530059
Aktif mulai 1 April 2012

Whosonline

We have 128 guests online
LHS 2012 Bertepatan dengan Harlah PPP ke-39