/ |
Saturday, 04 August 2012 22:08

Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terus diminta untuk menyelesaikan persoalan dualisme penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan simulator kemudi mobil dan motor tahun anggaran 2011.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Saifuddin meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera turun tangan mendinginkan perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri dalam penanganan dugaan korupsi di Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) Polri.

"Negara harus segera bertindak menengahi, dan menyudahi konflik tersebut," katanya melalui siaran persnya yang diterima Sindonews di Jakarta, Sabtu (4/8/2012).

Wakil Ketua MPR ini juga mengusulkan dua solusi yang harus segera dilakukan Presiden SBY untuk menghadapi persoalan itu. Pertama, presiden harus secepatnya turun tangan agar kedua KPK dan Polri mematuhi UU 30 Tahun 2002 tentang KPK.

"Presiden tak perlu khawatir dituduh intervensi, karena Presiden justru dituntut untuk menggunakan otoritasnya dalam menyelesaikan sengketa," ujarnya.

Langkah selanjutnya, menurut dia, masyarakat bisa mengajukan kasus itu ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mendapatkan kepastian hukum. "Dengan demikian, konflik antara Polri dengan KPK bisa diselesaikan secara hukum," ungkapnya.

(lil)

Slamet Riadi - Sindonews
Sabtu,  4 Agustus 2012  -  14:54 WIB

Gebyar MPR

Berbagai kegiatan digelar MPR RI dalam upaya pemantapan kehidupan berbangsa dan bernegara, memperkokoh ketahanan nasional di berbagai bidang melalui kegiatan pemasyarakatan Empat Pilar Negara (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Binneka Tunggal Ika). Selengkapnya di SINI

Buku ini mengisahkan secara garis besar kehidupan para kiai pendiri dan penggagas organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama. Kisah-kisah yang tersaji di dalam buku ini dapat memberikan gambaran tentang jejak langkah perj..

Galeri Video

Developed by JoomVision.com
Lukman Hakim Saifuddin Wakil Ketua MPR RI / Wakil Ketua Umum DPP PPP